Sabtu, 14 Maret 2009

monolog

AKU BUKAN KAMU

JOGJA, 29-03-2008

Siapa sebenarnya manusia?

Dunia atau Neraka,

Atau SURGA....

Semua yang ada terlalu kejam,terlalu indah, terlalu manis

Semua hanya menyesakkan dada, Siapa Dia?

Dari segelintir kata yang terkulai lemas

Dalam sajak kata-kata yang seolah indah, namun ternyata kata adalah PEDANG.

Yang siap menancap di ujung pikiran

# Ini kisah hidup tentang dunia

Apa, siapa, mengapa, dan kenapa

Tercoreng oleh kata yang tak dapat dicerna..

Mataku tertutup duka

Lalu luka itu tumbuh menjadi MURKA.

Saat benci di ulu hati

Karena hanya aku yang tau

Tentang diriku dan siapa aku

Hanya aku, hanya aku, hanya aku.

Malam itu, ketika tubuhku tersentuh oleh celotehmu dan aku hanya terbaring dalam peraduanku, tersadar aku oleh sentuhmu, tapi batinku berkata hanya akan ada DUKA dan LUKA.

Sesaat aku Diam, Namun selebihnya aku melawan...tertanam benih-benih kebencian yang akan tumbuh bersama PELUH, oleh duka dan lara.

Tertawa IBLIS di neraka terdalam...ha..ha..ha...

Lalu dusta akan membawamu bersamanya, aku akan menerima kenyataan ini semua, sebuah kenyataan bahwa batinku tergoncang dalam skala 7,2 skala Richter.

Tanpa ada satupun yang akan tersisa. Bahkan pelukmu, atau cacianmu. Karena kau tertanam dan terbenam di dasar NERAKA JAHANAM. Bersama EGO MU dan KeSOMBONGANMU...

# Mungkin aku lebih jahanam

Tapi aku lebih paham

Lebih kelam dari malam

Aku telah buta

Terbutakan nafsu angkaraku

Yang telah bangkit karenaku

SEPI... kini yang ada adalah sepi, semua telah terbuai oleh mimpi tanpa henti, SIAP menggerogoti setiap hari-hari dalam sendiri. Tanpamu, atau tanpa siapapun...

SUNYI...

Hanya suara isi hati yang bergema dahsyat..

Menggelegar,

Layaknya petir yang siap menyambar...

KINI AKU AKAN TERUS BERTAHAN, AKU AKAN TETAP BERTAHAN, MENANTI TUNDUKNYA MATAMU OLEH GERAMKU...

# Akulah penguasamu..

Dalam hening

Antara diam dan tenggelam..

Ternyata aku telah tenggelam bersama suram

Ke NERAKA JAHANAM

Tapi...

Saaat aku lihat neraka jahanam

Aku lihat tubuhmu telah terbakar duluan,

Ternyata kamu harus lebih dulu berada di sana

Karena kamu..

Karena kamu..

”Ah...kurasa aku hanya berangan saja, ini hanya sedikit lamunan.. MUNGKIN. Ini hanya EGO dalam otak ku.

Yang tak mau tau, tak mau mengerti, tak mau berbagi..

Inilah aku, kenyataan yang sangat pahit dan memuakkan.

Aku saja ingin muntah saat tau bahwa aku memang menjijikkan, munafik, dan tentunya sepertimu..JAHANAM

TAPI...setidaknya aku tau, kamu lebih jahanam dari AKU,

Karena KAMU, bukan AKU..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar