AKU BUKAN KAMU
JOGJA, 29-03-2008
Siapa sebenarnya manusia?
Dunia atau Neraka,
Atau SURGA....
Semua yang ada terlalu kejam,terlalu indah, terlalu manis
Semua hanya menyesakkan dada, Siapa Dia?
Dari segelintir kata yang terkulai lemas
Dalam sajak kata-kata yang seolah indah, namun ternyata kata adalah PEDANG.
Yang siap menancap di ujung pikiran
# Ini kisah hidup tentang dunia
Apa, siapa, mengapa, dan kenapa
Tercoreng oleh kata yang tak dapat dicerna..
Mataku tertutup duka
Lalu luka itu tumbuh menjadi MURKA.
Saat benci di ulu hati
Karena hanya aku yang tau
Tentang diriku dan siapa aku
Hanya aku, hanya aku, hanya aku.
Malam itu, ketika tubuhku tersentuh oleh celotehmu dan aku hanya terbaring dalam peraduanku, tersadar aku oleh sentuhmu, tapi batinku berkata hanya akan ada DUKA dan LUKA.
Sesaat aku Diam, Namun selebihnya aku melawan...tertanam benih-benih kebencian yang akan tumbuh bersama PELUH, oleh duka dan lara.
Tertawa IBLIS di neraka terdalam...ha..ha..ha...
Lalu dusta akan membawamu bersamanya, aku akan menerima kenyataan ini semua, sebuah kenyataan bahwa batinku tergoncang dalam skala 7,2 skala Richter.
Tanpa ada satupun yang akan tersisa. Bahkan pelukmu, atau cacianmu. Karena kau tertanam dan terbenam di dasar NERAKA JAHANAM. Bersama EGO MU dan KeSOMBONGANMU...
# Mungkin aku lebih jahanam
Tapi aku lebih paham
Lebih kelam dari malam
Aku telah buta
Terbutakan nafsu angkaraku
Yang telah bangkit karenaku
SEPI... kini yang ada adalah sepi, semua telah terbuai oleh mimpi tanpa henti, SIAP menggerogoti setiap hari-hari dalam sendiri. Tanpamu, atau tanpa siapapun...
SUNYI...
Hanya suara isi hati yang bergema dahsyat..
Menggelegar,
Layaknya petir yang siap menyambar...
KINI AKU AKAN TERUS BERTAHAN, AKU AKAN TETAP BERTAHAN, MENANTI TUNDUKNYA MATAMU OLEH GERAMKU...
# Akulah penguasamu..
Dalam hening
Antara diam dan tenggelam..
Ternyata aku telah tenggelam bersama suram
Ke NERAKA JAHANAM
Tapi...
Saaat aku lihat neraka jahanam
Aku lihat tubuhmu telah terbakar duluan,
Ternyata kamu harus lebih dulu berada di sana
Karena kamu..
Karena kamu..
”Ah...kurasa aku hanya berangan saja, ini hanya sedikit lamunan.. MUNGKIN. Ini hanya EGO dalam otak ku.
Yang tak mau tau, tak mau mengerti, tak mau berbagi..
Inilah aku, kenyataan yang sangat pahit dan memuakkan.
Aku saja ingin muntah saat tau bahwa aku memang menjijikkan, munafik, dan tentunya sepertimu..JAHANAM
TAPI...setidaknya aku tau, kamu lebih jahanam dari AKU,
Karena KAMU, bukan AKU..”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar